Kamu sedang dalam pesta bersama teman-temanmu, di dalam ruangan tersebut kamu dan teman-temanmu bisa memegang apa saja dengan tanganmu dan tangan mana saja. Tapi ada satu yang hanya bisa kamu pegang dengan tangan kirimu. Apakah itu ?
Kamu sedang dalam pesta bersama teman-temanmu, di dalam ruangan tersebut kamu dan teman-temanmu bisa memegang apa saja dengan tanganmu dan tangan mana saja. Tapi ada satu yang hanya bisa kamu pegang dengan tangan kirimu. Apakah itu ?
Apa yang sebenarnya kepunyaan kamu, tapi lebih sering dipakai oleh orang lain ?
Pada suatu hari di sebuah Gereja tampak seorang Pendeta sedang mengucapkan doa yang luar biasa panjangnya.
Pada akhir doanya sang Pendeta pun masih saja menanyakan kepada para jemaatnya :
“Apa lagi yang perlu saya panjatkan?”
“Amieennnn . . . ,” terdengar jawaban serempak dari para jemaat semuanya yang hadir disitu.
Seperti biasanya, setiap hari Minggu pagi orang-orang datang ke gereja dan langsung memilih tempat duduk di bangku bagian belakang. Demikian juga dengan pagi ini, kecuali seorang pendatang baru yang langsung menuju ke bangku paling depan.
Setelah kebaktian, Pendeta memberi salam kepada pendatang baru ini sambil bertanya mengapa ia duduk di bangku paling depan. “Saya seorang sopir bus,” jawabnya, “dan saya datang untuk belajar dari anda bagaimana caranya membuat orang-orang berebut duduk di bangku yang paling belakang.”
Si Samsul memang sangat pelupa. Menyadari kekurangannya dia konsultasi dengan temannya.
Joko : “Kamu sudah usaha apa?”
Samsul : “Saya sudah beli buku mengenai Program kilat meningkatkan daya ingat yang disusun oleh seorang profesor terkenal.”
Joko : “Hasilnya?”
Samsul : “Sama saja”
Joko : “Teorinya gagal?”
Samsul : “Bukan begitu… Saya lupa dimana meletakkan buku itu…”
Pada saat bangun pagi seorang wanita berkata pada suaminya, “Tadi malam Aku bermimpi engkau memberi aku sebuah kalung berlian di hari Valentine ini. Bagaimana pendapatmu mengenai mimpiku itu?”.
“Engkau akan segera mengetahuinya malam ini juga, Sayang,” jawab suaminya.
Malam itu si suami memberikan kepada istrinya sebungkus kado.
Dengan hati berdebar-debar penuh kebahagiaan sang istri membuka kado itu perlahan-lahan dan isi kado itu adalah sebuah buku yang berjudul: “Arti – arti Mimpi”
Ani ketakutan setengah mati ketika kepergok ayahnya, dia bolos sekolah dan lagi berduaan dengan pacarnya di sebuah mall.
“Tenang An,” kata pacarnya kalem, “Bilang aja aku ini saudaramu…”
Ani: “????”
Si Tono dan Si Tini yang mirip Romeo dan Yuli sedang asyik mojok. Karena kelamaan mojok mereka bosen juga. Akhirnya Tono ngasih cerita ke Tini.
Tono : “Tin, elo tau nggak, kalo di rumah sakit jiwa itu tiap bulan ada test kemampuan pasien. Begini Tin ceritanya. Di rumah sakit jiwa ada 2 pasien. Yang satu selalu bilang ‘Sudah… sudah…’, yang satu lagi selalu bilang ‘belum… belum…’
Elu udah pernah denger ceritanya Tin?”
Tini : “Belum!”
Tono : “Nah berarti elu orang gila kedua.”
Tini : “Sialan luh ! Gue dikadalin…”
Sepasang suami istri sama-sama bekerja di bidang IT, tetapi si suami lebih sering menghabiskan waktunya main komputer sepanjang hari, ibaratnya makan, tidur terus di depan komputer.
Si istri akhirnya menyadari betapa parahnya pengaruh komputer bagi suaminya, saat satu kali ia mencoba membantu menggaruk punggung suaminya yg sedang gatal.
Si suami berkata, “Bukan di situ, `scroll` ke bawah dikit!”
Seorang office boy (OB) suatu hari sedang membersihkan lantai di belakang kursi Direktur. Saat itu sang direktur sedang duduk di kursinya mengerjakan sesuatu yang kelihatan sangat penting di depan komputernya. Saking sibuknya sang direktur berkonsentrasi ke komputer, ia tidak menyadari si office boy mengintip dari pundaknya apa yang sedang ia kerjakan.
Beberapa menit kemudian, di ruang office boy, ia mengatakan kepada rekannya yang lain, bahwa ia tadi sempat mengintip sang boss mengetikkan password-nya! Ia melihat huruf demi huruf! Ia pun tegang karena mungkin merupakan satu-satunya yang tahu password orang nomor satu di perusahaan itu!
Kabar angin pun beredar beberapa hari kemudian, dan seorang staf IT yang ingin masuk lewat jaringan ke komputer sang boss untuk mengetahui rahasia perusahaan terutama rahasia boss, mendekati si office boy.
“Saya akan bayar berapa untuk password itu?” tanya si staf IT.
Sang office boy dengan gugup menjawab, “Dua ratus ribu!”
“Kemahalan! Seratus,” staf IT berargumen sambil langsung menyodorkan uang seratus ribu.
Oke si office boy pun setuju.
Setelah memberikan uangnya, si staf IT menyiapkan pensil untuk mencatat di secarik kertas. “Oke, apa passwordnya?”
“Bintang, bintang, bintang, bintang, bintang, bintang!” jawab sang office boy sambil berbisik. “Passwordnya ternyata hanya enam bintang!”